Kamis, 26 Mei 2022
  • SELAMAT DAN SUKSES SMAN 1 SRAGEN | SMANSA BRILIAN !!!

TUGAS AKSI NYATA MODUL 1.4.a.10.2 Oleh: Novita Eka Warnasari– SMA Negeri 1 Sragen

TUGAS AKSI NYATA MODUL 1.4.a.10.2 Oleh: Novita Eka Warnasari– SMA Negeri 1 Sragen

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 1.4

BUDAYA POSITIF

 

Nama CGP      : NOVITA EKA WARNASARI, S.Pd.

Unit Kerja       : SMAN 1 Sragen

Angkatan        : 4

Tahun              : 2021

 

1.Latar Belakang

Penerapan perilaku disiplin di sekolah dirasa masih berdasarkan motivasi ekstrinsik. Nampak pada sejumlah warga sekolah yang menerapkan kedisiplinan hanya karena faktor luar seperti ingin dipuji, ingin mendapatkan hadiah atau karena takut akan hukuman. Pembiasaan perilaku positif yang diterapkan semacam itu bukan didasarkan pada kesadaran diri. Kondisi semacam itu memerlukan peran, nilai dan kontrol guru untuk menggerakkan kesadaran diri dalam berdisiplin seluruh warga sekolah sebagai sebuah kebutuhan. Ini artinya bahwa kedisiplinan seharusnya menjadi jiwa seluruh warga sekolah dalam semua aspek. Diharapkan nantinya kelak tumbuh budaya positif yang sinergi yang merupakan karakter seluruh warga sekolah untuk mewujudkan karakter atau Profil Pelajar Pancasila.

2.Aksi Nyata Calon Guru Penggerak

Dalam upaya menciptakan budaya positif di sekolah tentu memerlukan sinergi antar semua pemangku kepentingan di sekolah dalam pembiasaan-pembiasaan positif yang diterapkan. Budaya positif merupakan keyakinan dan nilai positif yang berpihak pada murid yang disepakati yang menjadi kebiasaan bersama yang akan dilakukan. Pembiasaan positif dapat menjadi suatu kekuatan untuk menerapkan disiplin budaya positif sekolah. Mengapa harus disiplin positif, karena semua aturan-aturan yang diterapkan ditujukan untuk melahirkan mental-mental disiplin yang berdasarkan kesadaran individunya. Budaya positif lahir karena semua pemangku kepentingan sadar akan pentingnya taat terhadap sebuah aturan. Taat bukan karena ada konsekuensi dibalik semua itu, tapi pembiasaan bermula dari dalam diri. Mulai dari diri yang merupakan ciri dari motivasi intrinsik yang nantinya karakter disiplin kuat akan terbentuk.

Penerapan budaya positif erat kaitannya dengan nilai-nilai Pofil Pelajar Pancasila, yaitu: Beriman dan Bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, Berkebinekaan Global, Gotong Royong, Mandiri, Bernalar kritis, dan Kreatif. Diharapkan nilai-nilai tersebut akan menjadi dasar pembiasaan positif. Jika seluruh warga sekolah tergerak dan menggerakkan untuk aktif bersinergi, saling menguatkan, dan menumbuhkan karakter positif, menerapkan pembiasaan budaya positif maka hal ini dapat menjadi sumber kekuatan sekolah untuk mewujudkan visi sekolah.

Diperlukan perubahan paradigma yaitu melakukan perubahan positif mulai dari diri kita sendiri (guru) yang menjadi tauladan dan menciptakan suasana kelas yang nyaman,
kondusif, indah, bersih, menyenangkan dalam mendukung proses belajar mengajar. Hal ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai berikut:
“Dimana ada kemerdekaan, disitulah harus ada disiplin yang kuat. Sungguhpun
disiplin itu bersifat ”self-discipline” yaitu kita sendiri yang mewajibkan kita dengan
sekeras-kerasnya, tetapi itu sama saja; sebab jikalau kita tidak cakap melakukan self
discipline, wajiblah penguasa lain mendisiplinkan diri kita. Dan peraturan demikian itulah harus ada di dalam suasana yang merdeka”

Peran guru penggerak dalam menularkan kebiasaan baik kepada guru lain dan peserta didik dalam membangun budaya positif yaitu dengan menguatkan apa yang sudah menjadi budaya dan iklim baik di sekolah, seperti penerapan disiplin positif, penerapan 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta peduli lingkungan sekitar. Hal-hal positif dapat digerakkan mulai dari lingkungan terkecil. Guru penggerak dapat mengajak, menghimbau murid untuk penerapan hal-hal positif di sela-sela mengajar, dapat pula dengan mengaitkannya dengan materi pelajaran, atau setiap saat menjumpai momen, guru penggerak harus sangat peduli.

Adapun langkah aksi nyata Calon Guru Penggerak sebagai berikut:

  • Memohon izin Kepala Sekolah.
  • Membuat keyakinan kelas.
  • Menularkan pembiasaan positif (5S dan kebersihan lingkungan) pada guru lain dan murid.
  • Berkolaborasi dengan rekan sejawat dalam upaya penerapan disiplin sekolah.

 

Download disini

admin

Tulisan Lainnya

2 Komentar

ThomasInisy, Rabu, 9 Feb 2022

friends at work have been dreaming for. The type of knowledge here on the repository is beneficial and appreciated and is going to help me in our studies quite a bit. It seems like this team has a significant amount of specifics regarding subjects on the site and this page and other categories and info also show it. I am not browsing websites all of the time but when I drinking a beer im more often than not hunting for this sort of knowledge or things similarly related to it. When anyone gets a chance, have a look at my site: editor proof reading service

Balas
cheap generic cialis, Kamis, 17 Mar 2022

I have been exploring for a little bit for any high-quality articles or weblog posts
on this kind of space . Exploring in Yahoo I at last stumbled upon this
site. Reading this info So i am happy to exhibit that I’ve an incredibly excellent uncanny
feeling I found out exactly what I needed.
I most for sure will make certain to don?t forget this website and provides it a glance regularly.

Balas

KELUAR