Berbagi Praktik Baik Wahid Nur Latifah
Sabtu, 18 Mei 2024
  • SELAMAT DAN SUKSES SMAN 1 SRAGEN | SMANSA BRILIAN !!!

Berbagi Praktik Baik Wahid Nur Latifah

Berbagi Praktik Baik Wahid Nur Latifah

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi Kabupaten Sragen Jawa Tengah
Lingkup Pendidikan SMA Negeri 1 Sragen – kelas XE – 26 Siswa – Tahun Ajaran 2022-2023
Tujuan yang ingin dicapai Setelah melaksanakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan e-komik dan role playing game, peserta didik mampu meningkatkan pemahaman pada materi dampak sosial informatika sehingga mampu menganalisis perkembangan Teknologi di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan hukum minimal 3.
Penulis Wahid Nur Latifah, S.Kom.
Tanggal 13 Juni 2023
Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah

Berdasarkan hasil Identifikasi masalah pembelajaran di kelas X SMAN 1 Sragen ditemukan bahwa siswa cenderung sulit memahami materi. Hal ini ditandai dengan sering terjadi

1.  miskonsepsi,

2.  siswa sering tertinggal dalam pengumpulan tugas.

3.  nilai siswa dalam ulangan harian rendah (data terlampir/data pra siklus),

Setelah dieksplorasi dan dianalisis (kajian literatur dan wawancara) ditemukan bahwa yang menjadi akar penyebab masalah adalah Media pembelajaran kurang sesuai untuk memudahkan siswa dalam mempelajari dampak sosial informatika.

Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan

Berdasarkan permasalahan di atas, praktik baik (Best Practice) perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran dengan menggunakan model dan strategi yang tepat sehingga pembelajaran inovatif dapat tercapai dengan baik.

Melalui berbagai kajian literatur dan wawancara, ditemukan bahwa salah satu media pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan Media pembelajaran komik. Media pembelajaran komik dapat meningkatkan pemahaman siswa karena menarik perhatian siswa, memotivasi siswa untuk belajar, membangkitkan rasa ingin tahu siswa. Dengan demikian, media pembelajaran komik ini memberikan kesempatan kepada siswa agar melakukan aktivitas belajar yang sistematis, fokus dan mendalam sehingga siswa lebih mudah memahami materi. Namun, tidak semua peserta didik memiliki keunggulan dalam mengandalkan kemampuan visual dan membacanya. Oleh sebab itu, perlu adanya teknik yang dapat membantu meminimalkan kekurangan dari media tersebut. Bermain peran / Role Playing Games merupakan salah satu permainan yang tepat sebagai pendamping diterapkannya media komik. Role Playing Games adalah salah satu cara menguasai bahan pembelajaran melalui pembentukan dan penghayatan imajinasi peserta didik melalui suatu materi dengan permainan. Pembentukan dan penghayatan imajinasi dilakukan peserta didik memerankan salah satu tokoh dalam cerita maupun sebuah benda

 

Penulis yang berperan sebagai guru dan bertanggung jawab mendesain pembelajaran inovatif untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan sehingga siswa memperoleh lingkungan belajar yang sesuai dengan karakteristiknya.

Selengkapnya unduh:

https://www.sman1sragen.sch.id/wp-content/uploads/2023/08/LK-3.1-Menyusun-Best-Practices-Wahid-Nur-latifah-ok.docx

KELUAR